MATERI PELAJARAN

KESETIMBANGAN KIMIA

PETA KONSEP

 

 

A. Reaksi Kesetimbangan

Dalam suatu reaksi kimia, reaksi dapat berlansung  secara reversible dan irreversible. Reaksi reversible adalah reaksi yang berlansung dua arah yaitu reaksi maju dan reaksi balik. Sedangkan reaksi irreversible adalah reaksi yang berlansung satu arah. Pada sistem kesetimbangan reaksi bersifat reversible.

contoh reaksi irreversible

CaCO3(s)   +   2HCl (aq)        →       CaCl2(aq)    +     CO2(g)  +  H2O  (l)

Reaksi reversible

CUSO4.5H2O(s)              v1       ↔                      CuSO4 (s)     +   5H2O (l)

biru                                     v2                                            putih

contoh lain adalah reaksi antara (III) clorida dengan kalium tiosianat,

FeCl3 (aq)   +  KSCN  (aq)                      ↔                     FeSCN

coklat                tidak berwarna                                 merah

B. Keadaan Setimbang

Misal pada reaksi N2    +  3 H2                 ↔          2NH3

  1. reaksi berlansung dalm sistem tertutup.
  2.  NH3 yang terbentuk dapat kembali terurai menjadi   N2  dan  3 H2.
  3. reaksi berlansung terus-menerus dan berlawanan.
  4. Laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik.
  5. Tidak terlihat perobahan yang dapat diamati (makroskopis)
  6. Reaksi berlansung pada tingkat molekul, artinya terjadi perobahan secara mikroskopis.
  7. jumlah zat pada keadaan setimbang adalah tatap.

berdasarkan kondisi diatas maka kesetimbangan kimia disebut juga kesetimbangan dinamis.

contoh kesetimbangan dinamisa.

a. air yang mendidih dalam panci tertutup

      H2O (l)                   ↔        H2O(g)

b. Kesetimbangan hemoglobin dan oksigen dalam darah pada pH 7.4

Hb     +       O2      ↔           HbO2     (jika darah bersifat asam)

H2CO3                          ↔                    2H+   +   CO32-

c. Kesetimbangn yang terjadi dalam mulut

Ca3( PO4)3 OH         ↔       5Ca2+  +  3PO43-  +   OH-

C. Jenis Kesetimbangan

  • Kesetimbangn Homogen

yaitu kesetimbangan yang komponen zat-zat nya terdiri dari satu fase, misalnya sistem gas atau larutan.

Contoh :  N2    +  3 H2           ↔                2NH3

H2O (l)           ↔               H+  + OH-

  • Kesetimbangan Heterogen

yaitu Sistem kesetimbangan yang komponennya merupakan zat-zat yang wujudnya berbeda. Misalnya  komponen cair-gas, padat  -  gas.

Contoh : CaCO3(s)      ↔          CaO(s)    +    CO2 (g)

C. Pergeseran Kesetimbangan

Sistem kesetimbangan dapat melakukan pergeseran kesetimbangan sebagai reaksi atas aksi yang diberikan pada kesetimbangan tersebut.sesuai azas yang dikemukan oleh Henry Louis Le Chatelier tahun 1884.

Menurut  Le Chatelier Jika suatu sistem kesetimbangan menerima suatu aksi maka sistem tersebut akan mengadakan reaksi, sehingga pengaruh aksi menjadi sekecil-kecilnya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kesetimbangan adalah perubahan suhu, perubahan konsentrasi, perubahan tekanan, dan perubahan volum.

1).  Pengaruh Perubahan Suhu pada Kesetimbangan

Reaksi kesetimbangan dapat merupakan reaksi eksoterm maupun endoterm.

Pada reaksi-reaksi ini perubahan suhu sangat berpengaruh. Contohnya pada

reaksi kesetimbangan antara gas nitrogen dioksida dan dinitrogen tetraoksida

dengan reaksi:

2 NO2(g)          ↔               N2O4(g) ΔH = –59,22 kJ

coklat                              tak berwarna

Jika suhu dinaikan, maka  warna coklat bertambah, jumlah NO2 bertambah, artinya kesetimbangan bergeser kekiri.

Jika suhu diturunkan , maka  warna coklat berkurang, jumlah N2O4 bertambah, artinya kesetimbangan bergeser kekiri.

2). Pengaruh Perubahan Konsentrasi pada kesetimbangan

Untuk mempelajari pengaruh perubahan konsentrasi pada kesetimbangan, Perhatikan percobaan penambahan ion-ion dan zat lain pada sistem kesetimbangan

berikut.

Fe3+(aq)            +             SCN–(aq)                    ↔                          Fe(SCN)2+(aq)

coklat                         tak berwarna                                                 merah

Eksperimen 1

2).Pengaruh Perubahan Konsentrasi

Percobaan ini bertujuan untuk mengamati pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan pada reaksi ion Fe3+ dan ion SCN.

Alat dan bahan:

1. Gelas kimia 100 mL 5. Larutan FeCl3 0,2 M

2. Tabung reaksi 6. Larutan KSCN 0,2 M

3. Rak tabung 7. Kristal Na2HPO4

4. Pipet tetes 8. Air mineral

Langkah kerja:

1. Isi gelas kimia dengan 25 mL, air tambahkan 5 tetes FeCl3 0,2 M dan

5 tetes KSCN 0,2 M aduk sampai rata. Amati warna larutan.

2. Tuangkan larutan tersebut ke dalam 5 buah tabung reaksi yang sama

volumnya dan beri nomor tabung 1 sampai dengan 5.

3. • Pada tabung 2 tambahkan 5 tetes larutan FeCl3 0,2 M.

• Pada tabung 3 tambahkan 5 tetes larutan KSCN 0,2 M.

• Pada tabung 4 tambahkan 2 serbuk Na2HPO4.

• Pada tabung 5 tambahkan 5 mL air.

4. Bandingkan warna larutan yang terjadi pada tabung 2, 3, 4, dan 5

dengan warna larutan asal pada tabung 1.Pada tabung ke-5 warna

larutan dilihat dari atas tabung.

6. Catat hasil pengamatan pada sebuah tabel.

Pertanyaan:

1. Jelaskan apa yang menyebabkan terjadinya perubahan warna pada

percobaan di atas!

2. Jelaskan bagaimana pengaruh penambahan atau pengurangan

konsentrasi pereaksi pada percobaan di atas!

3. Jelaskan apakah penambahan air pada tabung 5 mempengaruhi

sistem kesetimbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s